PILGRIMAGE  in  HOLY-LANDS

 

BETHLEHEM

 

Dalam bahasa Arab, nama Bethlehem berarti 'rumah daging'. Dalam bahasa Ibrani, berarti 'rumah roti'. Pertama kali kota ini disebut dalam kitab Kejadian 35:19 sehubungan dengan Rachel, istri Yakub. Setelah Rachel meninggal, ia dikuburkan di sisi jalan yang menuju Efrata, sekarang bernama Bethlehem. Kota ini berasal Raja Daud (1Samuel 17:12) yang melalui Nabi Nathan menerima janji Allah mengenai kedatangan Mesias,"Untuk selama-lamanya seorang dari keturunanmu akan memerintah sebagai raja (2Samuel 7:16). Janji ini terlaksana dalam diri Yesus Kristus yang juga lahir di Bethlehem. Pada masa sekarang ini Bethlehem didiami oleh orang-orang Arab beragama Kristen. Banyak di antara mereka menyibukkan diri dengan produksi berbagai benda agama yang dijual sebagai souvenir di seluruh Israel.

 

Bethlehem in 1892, Jesus was born here 2000 years ago

 

Christmas view taken from Bell Tower of the Church of the Nativity in 1900s

 

Looking southwest to Bethlehem in 1900

 

Market Place in 1900s

 

City of Bethlehem in 1910

 

Inside the house of Bethlehem people in 1920

 

Bethlehem in 1942

 

Southwest view of Bethlehem

 

A street scene in the old city

 

Darajeh, surround the Church of the Nativity

 

Manarah Square

 

A street scene in the city

 

A street scene in Bethlehem

 

Nearby downtown area

 

Road to Jerusalem nearby Azza Camp

 

Wall at Bethlehem-Jerusalem checkpoint

 

Road and tunnel under Beit Jala between Jerusalem-Hebron

 

Approaching Bab Izqaq traffic-lights intersection, the road to Hebron

 

Watering well at Manger Square in 1920

 

The Church of the Nativity and Manger Square in 1945

 

Para peziarah harus melewati sebuah halaman luas dan cukup panjang untuk sampai ke Basilika Kelahiran yang bagian luarnya tampak mirip sebuah benteng. Basilika itu diapit oleh 3 biara: Katolik (OFM), Orthodox-Yunani, dan Orthodox-Armenia. Dahulu kala ada 3 pintu masuk ke dalam basilika, tetapi sekarang tinggal satu pintu saja, dan lagipula rendah sekali. Tinggi pintu ini atas persetujuan wakil semua agama yang memelihara tempat suci ini, untuk pertama kali direndahkan dengan sengaja semasa Perang Salib, dan untuk kedua kalinya semasa serangan-serangan tentara Turki (abad 17) agar musuh jangan sampai memasuki gereja dengan kuda-kudanya. Kenyataan historis ini diperindah dengan sebuah interpretasi saleh: untuk memasuki basilika, para peziarah harus merendahkan diri; Sabda Allah telah menjadi seorang anak kecil bagi manusia, maka manusia pun harus berusaha menjadi kecil di hadapan Allah.

 

No visitor should miss the ancient church of the Nativity on Manger Square

 

Tempat kelahiran Yesus diingat baik-baik oleh para penduduk Bethlehem, sehingga mereka menghormatinya turun temurun. Namun demi menghina agama Kristen di tempat itu pada tahun 135, Kaisar Hadrianus mendirikan sebuah kuil Dewa Adonis. Gereja pertama di Bethlehem didirikan pada awal abad 4 yaitu tahun 326 atas prakarsa Kaisar Konstantinus dan ibunya, Helena; setelah terlebih dahulu kuil Adonis itu dirubuhkan. Pada tahun 529 sebagian Basilika Kelahiran dihancurkan oleh orang-orang Samaria yang memberontak terhadap pemerintahan Kristen Bizantium. Pada tahun 570 basilika direnovasi dan diperluas oleh Kaisar Yustinianus. Pada dasarnya, bangunan inilah bertahan hingga sekarang.

 

Courtyard of St. Catherine church

 

Interior St. Catherine church

 

Waktu Persia menyerang Tanah Suci tahun 614, semua gereja dan tempat suci Kristen dihancurkan, tetapi Basilika Kelahiran luput karena tentara Persia melihat pada tembok utamanya sebuah gambar dengan 3 majus yang menyembah Yesus. Berdasarkan pakaian para majus itu, tentara Persia mengakui mereka sebagai warga-warga negaranya sendiri. Tembok-tembok basilika aslinya dihiasi dengan mosaik-mosaik indah, tetapi sekarang tinggal sisanya saja. Di sebelah kanan basilika terdapat gambar silsilah Yesus, sedangkan di sebelah kirinya ada gambar ekaristi yang bersumber pada Yesus. Di lantai utama basilika, di tempat yang sedikit lebih rendah dari permukaan lantai dapat dilihat sisa mosaik yang berasal dari zaman Konstantinus.

 

Altar gereja Nativity

 

The Church of the Nativity was much neglected in the Mamluk and Ottoman periods, but not destroyed. Much of the church's marble was looted by the Ottomans and now adorns the Temple Mount in Jerusalem

 

Goa Kelahiran Yesus ada di bagian bawah basilika. Tempat Yesus dilahirkan ditandai dengan sebuah bintang perak dan tulisan Latin 'Hic de Virgine Maria Jesus Christus natus est' (Di sini dari Perawan Maria lahirlah Yesus Kristus). Bagian ini adalah milik Gereja Orthodox-Yunani. Di dalamnya terdapat 48 lampu indah. Di sebelah kanan goa terdapat palungan, dimana Yesus diletakkan setelah dilahirkan.

 

The birthplace of Christ, which is kissed by many pilgrims

 

Palungan, site of the manger

 

Selain Goa Kelahiran, di bawah basilika terdapat beberapa goa lain yang saling berhubungan. Demikianlah ada Goa Kanak-Kanak Suci yang dibunuh atas perintah Raja Herodes Agung (Matius 2:16), Goa St. Hieronimus yang menetap di situ sejak tahun 384 sebagai pertapa dan penerjemah Perjanjian Lama ke dalam bahasa Latin (terjemahan ini dikenal dengan nama Vulgata), Goa Mimpi St. Yosef (Matius 2:13), Goa St. Eusebius (murid St. Hieronimus), Goa St. Paula dan St. Eustokhia (anaknya yang mengikuti Hieronimus ke Tanah Suci dan mendirikan di situ 2 biara). Tidak jauh dari Goa Kelahiran (kurang lebih 300 meter dari Basilika Kelahiran ke arah barat daya) ada Goa Susu. Menurut sebuah legenda, sebelum mengungsi ke Mesir, Keluarga Kudus menginap di dalam goa itu yang kini telah menjadi kapel. Maria menyusui Yesus di situ.

Beberapa goa tersebut di atas tadi terletak di bawah Gereja St. Catherine (milik umat Katolik) yang didirikan di samping Basilika Kelahiran pada tahun 1881. Di gereja inilah setiap tanggal 24 Desember diadakan misa agung yang dipimpin oleh Patriarch. Patung kanak-kanak Yesus (yang biasanya disimpan di Gereja St. Catherine) diarak dengan meriah lalu ditaruh di palungan di Goa Kelahiran Yesus sampai hari raya Penampakan Tuhan. Di samping Gereja St. Catherine terdapat sebuah halaman biara OFM yang bergaya neogotik. Di halaman itu didirikan patung St. Hieronimus.

 

Karakafeh located between Bethlehem and Beit Sahour

 

Shepherd field nearby Bethlehem

 

Shepherd field Beit Sahour

 

Padang Gembala terletak di sebelah timur Bethlehem, di Beit Sahour. Menurut tradisi kuno, di situlah malaikat memberitakan kelahiran Yesus kepada para gembala. Di daerah itu memang ada beberapa goa, tempat perlindungan kawanan domba serta gembala. Di atas salah satu dari goa itu, pada abad 4 didirikan gereja. Pada tahun 614 gereja itu dirusak oleh pasukan Persia.

 

Gereja Para Gembala di Beit Sahour

 

Sebenarnya ada 2 Gereja Para Gembala. Di atas yang satu berdiri kompleks para biarawan OFM (tahun 1953) dan di atas yang satu lagi ada gereja milik umat Orthodox-Yunani (tahun 1985). Kedua gereja  berjauhan satu sama lain, tetapi kedua-duanya didirikan di atas reruntuhan gereja lama dari zaman Bizantium. Gereja Katolik dibangun berkat bantuan umat Canada. Gereja ini berbentuk kemah para Badui. Nama gerejanya: Gloria in Excelsis. Altar utamanya didukung oleh patung gembala-gembala yang berlutut. Gereja ditutup dengan sebuah kubah. Di bagian dalamnya terdapat patung malaikat-malaikat (Lukas 2:13-14), sedangkan pada tembok-tembok gereja dapat dilihat lukisan yang menggambarkan kelahiran Yesus, kedatangan para malaikat kepada para gembala serta perjalanan para gembala ke Bethlehem.

 

Rachel Tomb near Bethlehem in 1870 (on the way Bethlehem to Hebron), the third holiest for Jews (after Temple Mount and Abraham's tomb in Hebron)

 

Sebelum sampai ke Bethlehem, kita dapat mengunjungi kuburan Rachel, istri Yakub, moyang bangsa Israel. Tempat ini bagi orang Yahudi dianggap tersuci ketiga setelah Temple Mount dan kuburan Abraham di Hebron. Rachel meninggal setelah melahirkan Benyamin (Kejadian 35:19-20), lalu dikuburkan dekat Bethlehem. Berabad-abad lamanya kuburan ini diziarahi oleh orang-orang Yahudi maupun Kristen, khususnya di masa sulit.

 

 

GOD IS THE LORD WHO DOES MIRACLES

   

Powered  by:  DENVINCENT.Com.Inc.